Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2014

Nenek 79 Tahun Ini Terima Peranan Berlakon Jadi Jaguh Kung Fu

  7 Nov 2012

Biasanya usia senja dilewati manusia dengan pencen dari pekerjaan dan bersantai menikmati sisa hidup. Namun bagi nenek asal Inggris Kay DArcy, usia senja tidak membuatnya menyerah mengejar impian menjadi seorang pelakon.

Memainkan peranan sebagai Agent 88, wanita berusia 79 tahun tersebut berlatih Tai chi dan mempelajari seni berkelahi dengan tongkat khas Filipina untuk menjalani peranannya sebagai pembunuh mematikan berusia 88 tahun. Dalam peranannya, wanita yang merupakan mantan bidan ini digambarkan sebagai sosok wanita tua yang terlihat jompo namun sebenarnya memiliki keahlian bela diri tinggi layaknya pembunuh mematikan.



Sutradara Jan Utstein-ONeill mengatakan bahawa aksi DArcy sangat hebat dan menakjubkan. "Apa yang membuat kami terkesan adalah ia dapat menjadi sangat rapuh, terlihat seperti akan hancur, lalu menjadi wanita yang sangat kuat," tuturnya pada L.A Times seperti dilansir dari Daily Mail.

Kera perannya yang unik tersebut, kini wanita yang mulai pence sebagai bidan di London sejak 10 tahun lalu ini berpindah ke Los Angeles seiring dengan ketenaran yang didapatkannya. Baginya, peranan tersebut sangat spesial kerna menjadi jawaban dari impiannya dalam bidang akting.

DArcy berharap bahwa perannya sebagai Agent 88 dapat menginspirasi banyak orang bahwa usia tidak membatasi seseorang untuk mengejar mimpi dan ia juga ingin masyarakat tidak menganggap remeh orang lanjut usia. "Anda semua memiliki orang lansia, berikan mereka kehormatan dalam hidupnya, biarkan mereka melihat bahwa ada sesuatu yang bisa mereka lakukan di sisa hidup mereka," urainya.

sumber: wolipop
Selengkapnya...

Rabu, 01 Januari 2014

Lelaki Ini Pernah Membunuh Wanita Sekarang Dia Jadi Wanita

Bagi banyak orang, lelaki yang pernah membunuh sering dianggap menakutkan. Bagaimana tidak, dia dengan tega membunuh orang lain. Lelaki ni salah satunya, dia membunuh sang isteri yang seharusnya dilindungi dan dicintai. Nyawa wanita tersebut melayang sia-sia dengan cara yang kejam.
 
Membunuh Isteri Dengan Sangat Kejam
Nama lelaki ini adalah Michelle Lynne Kosilek. Dulu, saat masih berusia 36 tahun dan melakukan pembunuhan, namanya adalah Robert. Pada tahun 1990, Robert membunuh istrinya sendiri kerana sebuah pertengkaran. Mayat isteri Robert ditemukan dalam sebuah mobil dalam keadaan tanpa busana dan leher tercekik kawat. Kondisi mayat sang isteri sangat mengenaskan dengan kepala hampir lepas.
 
Terapi Hormon, Psikologis dan Ganti Nama
Akibat perbuatannya, Robert harus mendekam dalam penjara. Beberapa tahun setelah kes tersebut, nama Robert kembali muncul dalam berbagai surat khabar. Kali ini bukan tentang kejahatannya, tetapi keputusan Robert untuk mengganti kelamin menjadi perempuan. Jauh sebelum terjadi pembunuhan, Robert mengalami kekacauan identiti, kerana saat usia 23 tahun payudaranya mulai tumbuh.
 
Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Robert memutuskan untuk menjadi wanita. Tidak berapa lama setelah kasus pembunuhan, Robert mengganti nama menjadi Michelle. Dia juga menjalani terapi hormon dan psikologis selama menjalani perubahan.
Masih Banyak Lelaki Pelaku Pembunuhan Yang Menjadi Wanita
Wayne Luckman_-_Nicole_Louise_Pearce__Photos_Supplied_-_Andrew_BatschWayne Luckman_-_Nicole_Louise_Pearce__Photos_Supplied_-_Andrew_Batsch
Michelle Lynne Kosilek, masih ada nama-nama pria serupa yang memutuskan menjadi wanita. Antara lain Lesley Krista Richards, Noel Crompton yang menembak mati korbannya, lalu berubah jadi Maddison Hall saat dipenjara, Paul Wayne Luckman yang membunuh anak berubah menjadi Nicole Louise. Dan masih ada beberapa pria pelaku kejahatan kejam yang pada akhirnya jari perempuan.
 
Ingin Menjadi Sosok Baru
Mengapa fenomena ini banyak terjadi? Menurut Psikolog forensik, Dr Chris Lennings, pria yang melakukan kejahatan ingin mengubah citra kejam menjadi wanita yang lembut. Mereka ingin meninggalkan keburukan dan menjadi sosok baru. Ada pria yang sebenarnya merasa sebagai wanita dan berada dalam tubuh yang salah. Ada juga lelaki yang benar-benar lelaki tetapi menolak masa lalunya dan ingin menjadi sosok yang baru dengan mengganti identiti.

 sumber
Selengkapnya...

Jumat, 20 Desember 2013

Sanggup Jadi Isteri Pelakon Bukan Kerana RM1 8 Juta



Sanggup Jadi Isteri Pelakon Bukan Kerana RM1.8 Juta
Kuala Lumpur: Dia masih muda, ‘bergetah’ dan bergaya, tetapi wanita berusia 23 tahun ini sanggup menjadi calon isteri pelakon radio popular 1970-an hingga 1980-an, Ibrahim Othman, 83, yang kini terlantar di Pusat Jagaan Al-Fikrah Malaysia (Fikrah), Sungai Sekamat, Kajang, dekat sini.

Bagi Shaliana Mohd Misnan, dia bukan mengejar harta dan wang, sebaliknya yakin mampu memenuhi kriteria calon isteri warga emas itu kerana pernah menguruskan arwah suaminya yang menderita akibat barah, beberapa tahun lalu.


Tambahan pula, jarak usianya dengan arwah suami hampir 30 tahun. Mereka berkahwin selama empat tahun.

Ibu tunggal yang mempunyai seorang anak ini berkata, pengalaman menjaga arwah suaminya yang sakit membentuk sifat penyabar biarpun jodoh mereka tidak panjang apabila arwah menghembuskan nafas terakhir di sisinya, dua tahun lalu.


SHALIANA (kanan) ada pengalaman menguruskan arwah suami yang menghidap barah. Dia bersama bapanya, Mohd Misnan ketika ditemui wartawan Metro Ahad.


“Saya tawarkan diri sebab ada pengalaman menjaga arwah suami dan yakin mampu menjaga Pak Berahim dari segi mental dan fizikal.-Hmetro
Selengkapnya...

Selasa, 03 Desember 2013

Artis Sinetron Yang Kini Jadi Tukang Parkir

Badannya agak berotot dan sedikit bungkuk dengan perut buncit, kulit hitam serta gigi yang hancur karena narkoba. Dari perawakan nya, nyaris tidak tersisa kegagahan seorang Andre (bukan nama asli) mantan aktor Sinetron tahun 1990-an yang menjadi korban kecanduan narkoba.
“Lumayanlah sekarang saya masih bisa dapat uang Rp 15.000, kalau kebetulan jaga parkir waktu malam hari. Sekarang saya sudah enam tahun lebih bersih dari narkoba dan dapat terapi khusus,” ujar Andre yang tinggal di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sekarang Hampir setiap malam, dari jam 20.00 sampai jam 22.00, Andre mencari nafkah menjaga parkir di depan sebuah apotek di dekat rumah sakit milik TNI.
Kehidupan Andre adalah bagaikan Roller Coaster yang selalu naik dan turun secara drastis. Dia pernah merasakan hidup dengan wajah yang tampan, punya ayah seorang pejabat penting sekaligus anggota parlemen dan hidup layaknya seorang terkenal. Tapi sekarang dia merasa hidup sudah seperti sampah masyarakat.
Andre sangat bersyukur karena tidak terjerumus lebih dalam karena narkoba. Extasy, putau, sampai sabu-sabu sudah sering menemani Andre sejak pertengahan tahun 1995. “Teman kuliah saya waktu kuliah perhotelan sudah banyak yang meninggal. Ada beberapa yang meninggal karena overdosis di dalam kampus,” ujar Andre.
Malapetaka narkoba menyambar hidup Andre di kampus dan dunia artis. Mulanya hanya sekedar mencoba tapi lama-lama menjadi ketagihan. Andre mengatakan bahwa kalo tidak suntik putau atau isap sabu, rasanya dia tidak bisa apa-apa dan semangat hidup hilang.
Andre terpaksa tersingkir dari dunia sinetron karena keadaan fisiknya yang semakin lemah dan parah. Ayah Andre sudah berusaha mencari jalan keluar untuk mengembalikan putranya ke jalan yang benar. Dia pun mengirim Andre ke berbagai lembaga rehabilitasi dan pesantren namun hasilnya minimal.
Jalan berliku-liku yang harus di tempuh seorang pecandu untuk sembuh dari kecanduannya. Andre harus mengalami jatuh bangun berkali-kali dan teman-teman lamanya selalu ingin meracuni dia lagi supaya kembali menikmati narkoba. Pada saat sedang ketagihan berat, Andre tidak berpikir dua klai untuk menjual barang-barang se-isi rumah termasuk barang berharga milik orang-tuanya yang di jual di warung pemulung dekat rumahnya.
Tahun 2003 adalah untuk terakhir kalinya bagi Andre memakai narkoba pada saat dia menghadiri pesta ulang tahun seorang bandar narkoba terkenal. “Untung ayah saya masih mau merawat saya,” ujar Andre.
Andre mengatakan bahwa ketiga adiknya sekrang sudah memeliki pekerjaan tetap dan berumah-tangga dengan baik. Sayangnya hanya dia sendiri yang masih menjadi beban ayahnya yang kini menduda. Sekarang di usia nya yang baru memasuki 35 tahun, fisik Andre sudah terasa layu dan rambutnya sudah beruban. Kulitnya pun bersisik karena kebanyakan narkoba, meskipun demikian Andre merasa beruntung bisa terlepas dari jeratan Narkoba.
Jupri yang adalah tetangga Andre menjelaskan bahwa dulunya Andre adalah seorang yang ganteng dan gagah yang kemana-mana selalu berdandan seperti bintang film Hollywood. Badannya tegap, mengenakan kemeja dan jeans bermerek. Rambutnya panjang dan diikat ekor kuda seperti Steven Seagal. Sekarang dia terpaksa jadi tukang parkir karena kecanduan narkoba padahal dulunya sering sekali main Sinetron.
Narkoba memang mudah dan cepat sekali dalam mendatangkan bencana bagi manusia. Menurut Jupri, paling tidak ada sekitar 15 orang pemuda yang sudah tewas karena narkoba di daerah Tanah Abang.
sumber: kaskus.us
Selengkapnya...