Tampilkan postingan dengan label presiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label presiden. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Presiden Obama undang Romney makan tengahari

29 Nov 2012

obama romney
Obama undang Romney sekaligus melobi Republik terkait anggaran tahun depan.
Presiden AS Barack Obama akan mengadakan jamuan makan siang di Gedung Putih bersama Mitt Romney, kandidat Parti Republik yang dia kalahkan dalam pemilihan presiden lalu.
Gedung Putih mengkonfirmasikan bahawa pertemuan tatap muka ini akan menjadi yang pertama sejak pemiluihan November lalu.

Saat malam pemilihan Obama pernah menyatakan bahawa dia akan mengundang mantan gubernur Massachusetts tersebut untuk membicarakan tentang bagaimana membawa negara lebih maju.
Dalam pemilihan lalu keduanya bersaing sengit dalam kampanye yang keras.
Selama tiga kali debat presiden, Obama dan Romney saling menginterupsi dan mencela dengan agresif setiap kebijakan yang diungkapkan keduanya.

Jurang fiskal

Bagaimanapun, mereka sekarang akan bertemu lagi, tapi dalam sebuah jamuan makan di Gedung Putih.
Namun pertemuan ini berlangsung tertutup, dan media dilarang meliput.
"Hanya dua orang (Obama dan Romney) yang berada di ruangan tersebut dan saya yakin akan menjadi sebuah diskusi yang berguna, kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney kepada wartawan.

Pertemuan ini berlangsung disaat Obama dan Demokrat tengah bernegosiasi dengan anggota kongres dari Republik terkait jurang fiskal di anggaran mendatang - sebuah kombinasi peningkatan pajak dan pemangkasan belanja pengeluaran yang direncanakan berlaku 1 Januari.

Kebijakan ini sebagian berlangsung pada tahun 2011 dalam kesepakatan untuk mengekang defisit anggaran AS yang menguap, tetapi juga termasuk mencakup pemotongan pajak untuk semua orang Amerika yang diberlakukan saat berakhirnya era pemerintahan Bush.

Sewaktu kampanye lalu, Romney meminta pemangkasan anggaran pengeluaran yang dalam, dan pemotongan pajak untuk mengurangi defisit. Sedangkan Obama bersikeras kaum kaya harus membayar pajak lebih banyak.
Meski pertemuan ini dianggap sebagai lobi Obama terkait pembahasan anggaran, tetapi sejak kalah dalam pemilu Romney diketahui jarang tampil di publik dan pengamat menilai dia hanya memiliki sedikit pengaruh bagi Republik di kongres.
Selengkapnya...

Kamis, 19 Desember 2013

Diserang Penunjuk Perasaan Presiden Mali Pingsan


>!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src="http://platform.twitter.com/widgets.js";fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");
src="http://us.vivanews.com/appaux/js/swfobject_v2.js" type
Presiden Dioncounda Traore (REUTERS/Luc Gnago)
$(document).ready(function(){ url = "http://us.dunia.vivanews.com/news/read/302768-presiden-mali-mundur"; timeout = 1020; window.setTimeout(window.location= " + url + "; ,timeout*1000); })
VIVAnews - Kebijakan yang diambil Presiden sementara Mali, Dioncounda Traore, terkait fasiliti bagi pemimpin kudeta ternyata memancing amarah rakyat. Akibatnya, mereka menyerbu istana presiden dan menyerang Traore hingga tidak sedarkan diri.

"Para demonstran itu benar-benar menyerang Presiden dan merobek bajunya," kata juru cakap tentera Bakary Mariko, seperti dilansir stesyen  berita BBC  21 Mei 2012 waktu setempat.
Pasukan keselamatan istana tampak menembak  para penunjuk perasaan, yang berjumlah ribuan. Tiga dilaporkan meninggal dan beberapa dilaporkan luka terkena tembakan.

Dalam huru-hara itu, Traore mengalami luka di bahagian kepala sehingga  tidak sedarkan diri. Dia sedar semula ketika  tiba di rumah sakit, dan kembali ke rumah setelah mendapat perawatan.

Membawa sepanduk bernada protes dankeranda bertuliskan nama sang presiden, para demonstran menyebut Traore sebagai pengkhianat. Sebab, selain masa tugasnya diperpanjang hingga setahun, Traore juga telah bersepakat menjadikan pemimpin kudeta, Kapten Amadou Sanogo, sebagai mantan pemimpin Mali sehingga berhak mendapat semua fasiliti yang dimiliki mantan kepala negara.

Sanogo menggulingkan pemerintahan Presiden Amadou Toure pada Maret lalu dan memerintah selama kurang dari tiga minggu di negara Afrika sebelah barat itu. Krisis di Mali, terutama terkait pemberontakan di daerah utara, semakin parah saat Sanogo menyerahkan kekuasaan kepada Traore, mantan ketua parlemen.
Selengkapnya...